Peringati Momen Asyura, Majelis An-Nur Gelar Zikir dan Buka Puasa Bersama

Selasa (10/10) bertepatan dengan 10 Muharram 1441, Habib Haris Al-Idrus memimpin zikir dan doa di pelataran makam Tgk Dianjong. Kegiatan yang dimulai setelah ashar ini diawali dengan pembacaan Hadrah Basaudan, yang sudah menjadi amalan rutin setiap pekannya.

Setelah pembacaan hadrah selesai, dilanjutkan dengan membaca shalawat lebih kurang 100 kali, Hasbunallah wani’mal wakil ni’mal maula wani’man nashir 70 kali, serda doa-doa lainnya yang berisi permohonan penjagaan dari berbagai macam musibah dan bala di tahun baru yang diberkahi ini. Juga turut didoakan kebaikan bagi para ulama, pemimpin dan seluruh umat islam, khususnya masyarakat Aceh Darussalam.

Di penghujung kegiatan adalah buka puasa bersama dengan sejenis bubur yang lazim disebut bubur asyura. Berbeda dengan bubur atau kolak biasanya, bubur asyura ini dipersiapkan khusus untuk berbuka puasa dan dibagikan kepada para tetangga di hari Asyura.

Tradisi ini sudah menyejarah sejak peristiwa mendaratnya Kapal Nabi Nuh As di Gunung Jud, setelah peristiwa banjir besar. Kala itu, perbekalan yang masih tersedia hanyalah beberapa macam umbi-umbian dan kacang-kacangan yang kemudian dimasak menjadi bubur dan dibagikan kepada seluruh umat Nabi Nuh yang selamat.

Dalam tausyiah singkatnya menjelang buka puasa, Habib Haris menekankan pentingnya meningkatkan kualitas hati, salah satunya dengan cara mengikhlaskan dan memaafkan kesalahan saudara-saudara kita sesama muslim, khususnya saudara dekat yang sering bersinggungan dengan kehidupan kita sehari-hari.

Cara kedua yang disarankan Habib adalah dengan menyayangi semua makhluk Allah, khususnya keluarga, sahabat dan anak-anak yatim. Rahmat Allah turun kepada hamba-hamba-Nya yang saling kasih dan menyayangi, lanjut Habib.

Dalam sebuah hadis yang populer, Rasulullah SAW bersabda

ارحم من فى الأرض يرحمكم من فى السماء

Artinya, sayangilah makhluk Allah yang ada di Bumi, maka Allah akan menyayangimu.

ِSetelah buka puasa alakadarnya, Habib dan jamaah melanjutkan Shalat Maghrib berjamaah di Masjid Tgk. Dianjong yang berada di sebelah makam.

Tgk Dianjong adalah salah seorang ulama Aceh pada abad 17 yang berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan. Nama asli beliau adalah Habib Abubakar bin Husain Bilfaqih. Haul beliau diperingati setiap tanggal 14 Ramadhan, sementara ziarah kubra ke makam beliau selama lima tahun terkahir dilaksanakan setiap pertengahan bulan Sya’ban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.