Habib Bugak dan Uang Sangu Baitul Asyi

Bulan Dzulhijjah adalah bulan ziarah. Ziarah yang paling utama adalah ziarah ke Ka’bah Baitullah, baik Haji maupun umrah, setelahnya adalah berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

Bagi Jamaah Haji asal Provinsi Aceh, sejak tahun 2004, setiap menginjakkan kaki ke Kota Makkah, mereka akan memperoleh uang sangu dari pengelola wakaf Baitul Asyi.

Baitul Asyi adalah wakaf Habib Bugak Asyi, yaitu Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi. Sekira Tahun 1223 Hijriah beliau berhaji dan membeli sebidang tanah dan rumah di daerah Qusyaisyiah, saat ini kira-kira di Bab Al-Fath.

Wakaf tersebut diikrarkan dan dicatat di hadapan Qadhi Mekkah saat itu, Syaikh Abdulhafizh bin Darwisy al-Ujaimy. Diantara poin dalam ikrar wakaf tersebut adalah bahwa rumah tersebut diwaqafkan untuk penginapan orang yang datang dari Aceh untuk menunaikan haji, serta orang Aceh yang menetap di Mekkah.

Seiring berjalannya waktu, tanah dan rumah tersebut terkena proyek perluasan Masjidil Haram, dan mendapatkan ganti rugi dari pemerintah Saudi Arabia sebagai pengelola Masjidil Haram, untuk kemudian oleh Nazir atau penanggungjawab wakaf, dana ganti rugi tersebut dibelikan lagi dua bidang tanah yang tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram, yaitu di Ajyad.

Sejak Tahun 2004, tanah wakaf ini dikelola bersama investor dengan perjanjian sewa untuk dibangun Hotel dan penginapan bagi para tamu Allah. Dalam perjanjian sewa tersebut, setelah 80 tahun semua bangunan milik investor tersebut juga diserahkan sebagai aset wakaf Baitul Asyi.

Karena manfaat wakaf tidak bisa langsung dirasakan oleh masyarakat aceh, maka nazir memberikan biaya pengganti penginapan yang berasal dari biaya sewa tersebut kepada semua jamaah haji asal embarkasi Aceh setiap tahunnya. Sementara bagi jamaah umrah asal aceh, juga mahasiswa asal aceh yang sedang belajar di Mekkah, diperkenankan menginap di fasilitas Baitul Asyi ini.

Habib Bugak sendiri, saat ini makamnya berada di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, sekitar 300 meter dari pusat kota Jangka. Baru-baru ini dengan bantuan Kodim Bireuen dan Pemerintah Kabupaten Bireuen, lokasi makam sudah dipugar sehingga lebih rapi dan lebih nyaman ketika diziarahi.

Sudah merupakan suatu kemestian bagi para jamaah haji, jika memiliki kesempatan untuk berziarah dan mendoakan Habib Bugak, semoga yang telah dilakukannya mendapatkan balasan di sisi Allah SWT, dan bagi kita semoga menjadi inspirasi untuk memperbanyak amalan shalih, dan menambah kecintaan kepada para ulama, khususnya dzuriyah Rasullullah SAW.

Foto : Perwakilan Majlis Bireun, Fariz.

Dokumentasi akta ikrar wakaf bisa dirujuk ke link : https://www.mapesaaceh.com/2018/11/arsip-surat-pengesahan-waqaf-haji-habib.html?m=1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.